kenapa orang tua tidak mengerti perasaan anak – kata yang sungguh menggelitik saat saya masih berumur di bawah 20 tahun. saat beranjak dari umur 25 tahun saya mulai menyadari hubungan tentang orang tua dan anak.
Kenapa harus merasa sakit hati kepada satu perlakuan orang tua, di marahi ayah, di sepelehkan ibu, hal itu menjadi trauma akut hingga kita dewasa.
siapa yang salah, apakah aku sebagai seorang anak ? atau orang tua yang terlalu memaksa saya menjadi robot ?
jawaban nya ada saat anda menikah dan punya seorang anak.
saya berjuang mengatasi luka batin saya kepada ayah, perasaan kesal dan marah tersimpan rapi dalam ingatan saya dan terkadang meledak bagai bom waktu.
sakit iyahhh.
namun tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasinya jauh lebih sakit.
kenapa orang tua tidak mengerti perasaan anak
jujur, saat saya menghadapi pahit nya hidup, baru terasa makna peran orang tua.
saya selalu menyalahkan orang tua kenapa dia tidak mengerti perasaan anak.
atau kami sebagai anak yang egois menuntut orang tua lebih.
walau pun banyak perbedaan yang menjadi pertentangan, namun di hati kcil ada keinginan untuk membahagiakan orang tua, baik ayah dan ibu.
namun rasa sakit itu masih ada dan belum hilang,
rasa kesal yang seakaan mengakar mengingat perlakuan orang tua.
walau memakai dalil agama atau apapun,
rasa itu selalu ada, rasa sakit yang mengiris di ingatan.
di balik 1 Kesalahan orang tua tersimpan 1000 kebaikan yang tak nampak
di balik 1 hal yang membuat kita merasa sakit hati akibat perlakuan orang tua masih ada 1000 kebaikan yang tak terlihat.
inilah asal usul Pribahasa susu segelas rusak setitik nila
1 kesalahan menghapus 1000 kebaikan.
nah, mau lepas dari rasa sakit hati sebagai anak
mau sembuh dari luka batin
mau berdamai dengan diri sendiri
agar hati anda damai tenang dan tentram.
Kunci nya, mungkin anda mengenal orang tua anda sendiri namun anda lupa mengenali diri anda sendiri.
apa tidak terbalik ? orang tua yang tidak mengenal anak nya,
haaa, kalian banyak nonton sinetron deh, alhasil baper saat di marahi di tegur atau saat di bandingkan dengan anak tetangga, hahahahahhaa
ada yang mengalami , sama
Saya lalu bertanya pada diri sendiri “kenapa orang tua tidak mengerti perasaan anak, aku sudah berusaha ini itu namun tetap saja ngga di anggap, tetap saja anak tetangga yang sukses lebih di sanjung daripada anak sendiri”
Saya belajar memaklumi diri dan mencoba mengenal kekurangan diri saya,
nah.. saya akhirnya sadar, saya terlalu focus pada sisi kekurangan diri saya. apalagi saat di tegur ma ayah, rasanya ngga enak, bikin sakit hati.
Tahukah anda pada dasarnya kita sebagai anak ? Pada kasus tertentu, sebenarnya tak bermaksud membantah atau membangkang orangtua.
Tapi karena orangtua tak memahami konteks dan situasi yang melingkupi anak dan lalu memaksakan ‘perintah’ tertentu menyebabkan anak mengalami ‘pertentangan dalam pikirannya sendiri.
Jangan dikira anak nyaman dengan situasi ini. sama hal nya klo di marahi di depan umum, aduh bakal keingat dehh sampai ahh sudahlah.
Makin besar anak makin banyak pula perbedaan harapan, keinginan dan cara mewujudkan harapan serta keinginan tersebut. Saat perbedaan ini tak ‘dikompromikan’, akibatnya anak menganggap orangtua ‘tak mengerti perasaan anak (egois)’ dan orangtua pun menganggap anaknya semakin membangkang.
Lepas dari bahasan di atas, kita mencari solusi
1. berhenti menyalahkan orang lain
kebiasaan di salahkan oleh orang tua, ya bikin sakit hati, trauma dan luka batin, kenapa orang tua tidak mengerti perasaan anak. kita mencari jawaban hiburan dalam kesenangan namun tetap hampa.
broken home skala kecil, hahahhahaa.
jika anda terbiasa di salahkan maka belajarlah untuk tidak menyalahkan orang lain, hal ini akan mengajari hidup tanpa pembenaran ego. saat anda tidak mau menyalahkan orang tua, maka langkah awal anda hidup tenang akan di mulai.
2. Rasa Sesal sakit hati trauma luka batin yang berkepanjangan
mau mencari dalil pembenaran dimana, dalil agama atau norma sosial, anda hanya tenglam dalam luka, namun ada 1 kajian sederhana jika anda ingin sembuh, yaitu belajar psikologi. dengan menerapkan di diri anda maka anda akan tau bagaimana cara menyikapi banyak hal.
belajar psikologi udah umum kok, banyak kok sumber refrensi di internet yang anda bisa baca.
3. Rejeki dan kehampaan hidup
Sadar hidup dong, kelak anda juga akan menjadi orang tua, ingat jika masih banyak luka luka batin di jiwa anda maka kemungkinan anda kelak akan menjadi orang tua yang kejam.
saya serius, mungkin saat anda berumah tangga dan punya anak, ya saat masih baby saat masih imut gemmes nya anda sangat sangat kepada anak, namun bertambah tahun mungkin anda akan menjadi diktator yang lebih kejam loh..
ngga percaya,, banyak kok terjadi ..
renungkan.
4. cintai dirimu dari dalam
Perlakukan diri mu dengan menebar cinta, coba resep ini jika anda ingin melepas kemelakatan rasa sakit hati kepada orang tua, kenapa orang tua tidak mengerti perasaan aku, kenapa dan kenapa.
ini tips yang di ambil hikmah dari beberapa Kisah Nabi Muhammad saw,
anda taukan Abah Guru Sekumpul di martapura di kalimantan yang tersohor dan terkenal, dahulu mereka hidup susah banget, susah makan pokoknya ekonomi sulit dan pas pas an.
hal hasil sebuah nasehat sederhana dari Ayah nya abah Guru Sekumpul
” membagi 3 Uang ”
kemelakatan emosi membuat kita gampang naik tensi apalagi soal ekonomi, ini soal makan, maka Ayah dari Abaha Guru Sekumpul membagi 3 uang penghasilan beliau, yaitu
1/3 untuk modal
1/3 untuk makan sehari-hari
1/3 untuk sedekah
Hidup susah pas pasang kok masih mau sedekah, bahkan seperti Gaji
bayangkan jika anda punya Gaji 3 juta, maka 1 juta buat sedekah.
atau bayangkan jika gaji anda hanya 1,5 juta sebulan, anda harus sedekah 500 ribu sebulan.
dari melepas sedikit Uang kita, maka kita lebih bisa dan berani bersedekah,
orang-orang yang terbiasa berqurban Kambing akan merasa biasa- biasa saja saat berqurban ayam.
nah kan..
jika anda mau menghilangkan rasa sakit hati, dengki, luka batin, trauma kepada orang tua, maka coba coba deh lakukan tips dari ayah guru sekumpul.
apa ada jaminan berhasil ?
begini, kita tau kan kehidupan dahulu Abah Guru Sekumpul yang pernah hidup susah, namun Al Hasil bertahun tahun kemudia dalam Pengajian Beliau bisa memberi makan ke 3000 peserta pengajiannya itu hanya dalam 1 kali pengajian aja.
nah keberkahan yang Luar biasa, Konon siapa yang membelanjakan 1/3 Harta nya untuk Allah maka Rasulullah sendiri yang akan mendoakanmu secara langsung.
auto kaya auto sultan.
Punya Harta Kaya raya bahagia berlimpahan karena Berkah kenapa Tidak.
nah silakan anda simpulkan sendiri kisah di atas. saat anda masih bertanya kenapa orang tua tidak mengerti perasaan anak maka itu jadi ujian yang indah dan ada 1000 makna di sebaliknya.
ingat Tuhan selalu bersama dengan orang yang bahagia.
terima Kasih